|
|
comments (0)
|
Akal begitu menyatunya dengan kita. Akal melekat dalam diri kita. Akal adalah bagian keseharian kita. Akal adalah sedemikian dekatnya seperti diri kita sendiri.
Mendifinisikan akal, walau demikian dekat ini, bukan sesuatu yang mudah. Ada banyak perbedaan mungkin ya? Tidak mudah, tapi kayanya kita harus melakukannya agar kita pun mendapat pemahaman yang benar tentang akal itu. Kesalahan mendefinisikan akan berujung pada pemahaman yang keliru dan penggunaan yang menyimpang.:(
still editing.............
|
|
comments (3)
|
Maha Besar Allah Swt yang telah memberikan potensi berupa akal kepada manusia. Sebuah potensi yang luar biasa. Potensi akal ini telah menempatkan manusia sebagai makhluk mulia di hadapan Allah dan seluruh makhluk lainnya. Akal lah yang membedakan manusia dengan makhluk Allah yang lain, yang bahkan malaikat pun mengakui 'kehebatan' Adam As yang telah diberi ilmu oleh Allah Swt.
Akal. Ya, akal lah yang menjadikan manusia begitu berbudaya seperti sekarang. Lompatan peradaban yang luar biasa telah dilakukan manusia. Jauh melewati perkembangan naluriah semata yang dipunyai binatang misalnya. Sarang burung tetaplah seperti itu dari jaman dulu, berbeda dengan rumah manusia yang kita bisa saksikan sedemikian modernnya sekarang.
Namun di samping potensi untuk kebaikan, akalpun bisa digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan maksiat bahkan kehancuran peradaban manusia itu sendiri. Akal bisa digunakan berpikir untuk menciptakan perdamaian dunia, tapi juga bisa untuk mencari cara menghancurkan suatu bangsa bahkan ummat manusia.
Mari kita coba menggunakan akal untuk mencari, mendapatkan, menciptakan kemajuan bagi perkembangan diri pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan umat manusia. Sepakat?
Ok. Mari kita mulai dari hal yang kecil, dari diri kita sendiri dan kita lakukan sekarang juga.....
|
|
comments (2)
|
Welcome.